Postingan

Manuskrip Kitab 'Kuntara Raja Niti', Khazanah yang Hampir Punah

Gambar
Bagian dalam KItab KUNTARA RAJA NITI *  Susilowati , Peminat Budaya Lampung KHAZANAH kebudayaan Lampung bagaikan mutiara terpendam di kampung halamannya . Setiap menggali, makin tertantang untuk menemukan mutiara terindah yang masih tersembunyi. Mulai dari adat istiadat, kesenian, sejarah, sampai kitab adat yang sangat banyak jumlahnya. Salah satunya adalah kitab Kuntara Raja Niti. Kitab Kuntara Raja Niti merupakan kitab adat yang menjadi rujukan bagi adat istiadat orang Lampung. Kitab ini digunakan hampir tiap-tiap subsuku Lampung, baik Pepadun maupun Pesisir. Di masing-masing kebuaian (keturunan) dari subsuku tersebut pun mengakui kalau Kuntara Raja Niti adalah kitab rujukan adat Lampung. Sayangnya, tidak semua punyimbang (pemangku adat) menyimpan manuskrip kitab tersebut. Apalagi masyarakat Lampung kebanyakan. Karena kekayaan peninggalan adat, baik yang berupa benda maupun tulisan biasanya berada di kediaman pemangku adat dari setiap kebuaian. Jika ...

Wawancan Perjuangan

Gambar
Patung Radin Inten Sang Pahlawan Nasional WAWANCAN PERJUANGAN 1949 Riwayat Tanoh Lampung, perang lawan Belanda Kuruk jak Telukbetung, di tahun ampat siwa Masa sina tihitung, bulan Januari nama Khani Sabtu sai ulung, tanggal satu sai nyata Tanggal sina tipegung, tisirokkon di dada Selingkung Tanoh Lampung, gegoh haga binasa Penduduk jadi bingung, semapu di kehaga Ya siap terus lijung, segok mit delom rimba Apal bantal tiusung, bias mak dapok lupa Gimbak seluruh Lampung, rakyat ngembila nyawa Tandak jak Telukbetung, lapah pugapa-gapa Pegawai kuruk kampung, lijung nutuk tentera Di Panjang tum-ta-le-tum, timbakanni Belanda Lamban lamon sai tutung, tisuwah tibinasa Pelitik delom hitung, nyin dang disi Belanda Rakyat pindah mit kampung, ngembatok sai kuasa Kancah rayoh tiusung, alat hurik di rimba Korban lamon tihitung, sai mati rik binasa Ditawan rik digantung, dipukul rik digada Pemuda sai dikurung, terus kuruk penjara Kidang ya mawat urung, rakyat n...

SIGER LAMPUNG PESISIR

Gambar
SIGER LAMPUNG Lekuk Tujuh  dan  Masyarakat Adat Lampung Pesisir oleh: Agussani Gani Gb. 1 New Design Siger Lampung Saibatin - Lampung Pesisir  (designer: Agussani Gani) Gb. 2 New Design Siger Lampung Saibatin - Lampung Pesisir  (designer: Agussani Gani) Gb. 3 Lekuk Tujuh dalam cahaya dan Pantulan New Design Siger Lampung Saibatin Lampung Pesisir  (designer: Agussani Gani) Gb.4 Siger Lampung Saibatin - Lampung Pesisir  (designer: Agussani Gani) Suku Lampung Saibatin mendiami daerah pesisir Lampung yang membentang dari timur, selatan, hingga barat. Wilayah persebaran Suku Lampung Saibatin mencakup wilayah Lampung Timur, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran/Waylima, Pringsewu/Pardasuka, Tanggamus, Lampung Barat, dan sebagian wilayah Anyer Banten. Suku Saibatin atau Pesisir menganut sistem kekerabatan patrilineal atau mengikuti garis keturunan ayah. Meski demikian, Suku Saibatin memiliki kekhasan dalam hal tatanan masyarakat dan tradisi. ...

Lampung Pesisir Waylima Pardasuka

Gambar
MUDIK "Mudik" atau pulang kampung sudah menjadi tradisi untuk masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Hal itu biasanya terjadi setiap tahun pada akhir Ramadhan menjelang Hari raya Idulfiri yang tradisi mudik itu bertujuan untuk merayakan Idulfitri bersama orang tua dan keluarga yang tinggal di kampung halaman. Disamping itu mudik juga berkaitan erat dengan menyambung tali Silaturrahim dan ukhuwah Islamiah dengan orang tua dan sanak kerabat, handai taulan yang ada di kampung halamannya. Gunung Pesawaran tampak dari Desa Kerbang Pardasuka Penulis bernama Agussani adalah putra kelahiran Pardasuka Kab. Pringsewu anak dari pasangan Abdul Gani Yusuf dan Suhairiyah yang keduanya berasal dari Pardasuka yang menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas di Pardasuka dan melanjutkan pendidikan ke sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Pematang Salak Pardasuka Dalam kesempatan ini penulis akan memberikan sedikit gambaran tentang Pardasuka yang merupakan sebua...

Sastra Lampung "HIWANG"

Gambar
Susastra Lampung: "Hiwang" “HIWANG” (SYAIR RATAPAN) SALAH SATU BENTUK KESUSASTRAAN LAMPUNG Ditranskripsikan dari naskah abad ke-19 beraksara “ka-ga-nga” oleh DRS. H. IRFAN ANSHORY ( BATIN KESUMA NINGRAT) Penyimbang Pekon Sukabanjar, Gunung Alip, Kab.Tanggamus H I W A N G (I) PERAHU anak cina, perayayini gumpeni, tangisku di dunia, hiwang kusanik nyanyi, naris nyak hilang nyawa, disan luhku tihili, budidayaku bela, pedomanku mak lagi, tepik pai kandang marga, nyak lapah dang peduli, hiwangku di duwara, amit di lawangkuri, lijung lain hak suya, ngandankon retok hati, kipak pekon kutangga, mak buguna di kuti, nyak buwok belah siwa, bitah di tengah resi, acak nyimbin dipa ya, nutuk nahasni rani, lapah pudaya-daya, wai robok kugindami, mak gegoh rik keduwa, wat kodo hulun redi, ramik rompok ngewada, lamon sai ngagi-agi, ratong segala cuba, sakik semanjang hari, mak nemu...